Newestindonesia.co.id – Jateng, Sebuah tragedi menimpa petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen saat menjalankan tugas kemanusiaan pada Senin (2/2/2026) siang. Seorang personel Satpol PP bernama Mochamad Faik (34) meninggal dunia setelah mengalami luka parah di bagian leher akibat sabetan senjata tajam oleh seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Kronologi Insiden
Peristiwa itu bermula ketika Satpol PP Kebumen menerima laporan dari warga terkait seorang ODGJ yang sering mengamuk dan meresahkan lingkungan sekitar. Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, anggota Polsek Alian, Koramil Alian, tenaga kesehatan dari Puskesmas Alian, serta perwakilan pemerintah desa, datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Saat proses evakuasi berlangsung, pelaku yang diketahui bernama Ruwadi keluar dari rumah membawa sejumlah senjata tajam, seperti sabit, pisau daging, dan linggis, yang kemudian digunakan untuk melawan petugas.
“Ya, korban dibacok pakai sabit atau celurit oleh ODGJ saat mau dievakuasi,” kata Juniadi Prasetyo, Kepala Bidang Penegakan Perda dan Perkada Satpol PP Kebumen seperti dikutip melalui detikNews.
Dalam upaya melucuti pelaku, petugas sempat berusaha merampas senjata, namun tidak berhasil. Ruwadi kemudian mengejar dan menyerang Faik hingga menyebabkan luka sayat serius di leher bagian kiri.
Upaya Pertolongan dan Meninggalnya Korban
Faik segera dilarikan ke Rumah Sakit Dr. Soedirman Kebumen untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, setelah sekitar 30 menit menerima perawatan intensif, nyawanya tidak dapat diselamatkan akibat pendarahan hebat.
Informasi tambahan juga menyebutkan bahwa korban sempat mengalami luka di tangan saat berusaha menangkis serangan pelaku.
Penanganan Pelaku dan Barang Bukti
Pihak kepolisian, khususnya Polres Kebumen, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa:
- Sabit
- Pisau daging
- Linggis
Penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap kronologi kejadian secara utuh dan memastikan unsur hukum yang berlaku.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam atas tragedi itu.
Reaksi dan Duka Cita
Ucapan belasungkawa dan duka cita mengalir dari berbagai pihak. Dinas Kesehatan Kebumen melalui Kepala Dinkes, dr. Iwan Danardono, menyampaikan bahwa ODGJ yang terlibat kini telah diamankan dan tengah mendapat penanganan medis sesuai standar.
Sementara itu warga sekitar serta pimpinan daerah setempat turut menyampaikan keprihatinan atas gugurnya anggota Satpol PP tersebut.
Penanganan ODGJ yang agresif biasanya melibatkan dukungan tenaga kesehatan jiwa, aparat penegak hukum, dan satgas khusus agar risiko fatal dapat diminimalisir.
Aksi serupa dengan dampak fatal terhadap petugas bukan kejadian pertama di Indonesia, mengingat pendekatan terhadap ODGJ sering memerlukan pelatihan khusus untuk memastikan keselamatan petugas maupun masyarakat.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Sekarang



You must be logged in to post a comment Login