Newestindonesia.co.id, Sebuah serangan besar-besaran menggunakan lebih dari 50 drone oleh pasukan Rusia menghantam kota pelabuhan Odesa di selatan Ukraina, menewaskan setidaknya tiga orang dan melukai 23 warga sipil — termasuk dua anak-anak dan seorang wanita hamil, menurut pernyataan otoritas Ukraina pada Selasa.
Serangan ini terjadi ketika Perang Rusia-Ukraina memasuki hampir tahun ke-4, sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan pentingnya mempercepat usaha diplomasi internasional untuk mengakhiri invasi Rusia.
Serangan dan Dampaknya
Otoritas Ukraina mengatakan puluhan drone, beberapa dengan kemampuan jangkauan dan daya ledak yang ditingkatkan, menarget jaringan listrik dan kawasan pemukiman di Odesa.
Drone-drone itu menghantam lima blok apartemen, menyebabkan kerusakan berat pada bangunan dan infrastruktur energi. Tim penyelamat menemukan jenazah dua pria berusia 90 dan 52 tahun serta satu wanita dari reruntuhan puing bangunan, demikian dikatakan pemerintah setempat.
Zelensky melalui akun Telegram menyatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan akan terus dilakukan untuk memastikan nasib warga yang mungkin masih terperangkap di bawah bangunan runtuh.
“Setiap serangan Rusia seperti ini merusak upaya diplomasi yang masih berlangsung, dan secara khusus memukul upaya mitra yang membantu mengakhiri perang ini,” ujar Zelensky dikutip melalui Associated Press (30/1).
Selain Odesa, serangan lain juga terjadi di wilayah timur laut Kharkiv, di mana sebuah kereta penumpang yang membawa lebih dari 200 orang menjadi sasaran drone, menewaskan beberapa penumpang dan menyebabkan pejabat daerah menyebutnya sebagai “terorisme”.
Reaksi Internasional dan Konteks Perang
Serangan udara seperti ini muncul di tengah negosiasi yang dipimpin Amerika Serikat yang bertujuan mencari solusi damai, namun belum menghasilkan terobosan berarti, terutama soal wilayah yang dikuasai Rusia yang menjadi salah satu titik sengketa utama.
Pakar memperkirakan Presiden Rusia Vladimir Putin mengandalkan berlanjutnya konflik demi melemahkan dukungan Barat terhadap Ukraina. Sementara itu, serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina — termasuk jaringan listrik — telah memperparah penderitaan warga di tengah musim dingin terdingin dalam beberapa tahun terakhir.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Sekarang



You must be logged in to post a comment Login