Newestindonesia.co.id – Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat dalam waktu dekat meski sempat merosot ke level hampir Rp17.000 per dolar AS.
Penguatan ini, menurut Purbaya, tinggal menunggu momentum karena sejumlah indikator fundamental menunjukkan kondisi perekonomian Indonesia yang tetap solid meski ada tekanan global.
Dalam keterangan resminya, Purbaya menyatakan bahwa pergerakan nilai tukar sangat bergantung pada fundamental ekonomi. Ia menilai kekuatan pasar saham merupakan salah satu indikator bahwa kondisi ekonomi domestik masih menarik bagi investor.
“IHSG kan all time high. Kalau indeks naik setinggi itu, pasti ada aliran dana asing yang masuk,” ungkapnya. Hal ini menurutnya akan menambah pasokan dolar sehingga mendukung penguatan rupiah.
Purbaya juga menepis anggapan bahwa pelemahan rupiah terjadi akibat spekulasi pasar seputar rencana penunjukan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia menegaskan bahwa spekulasi tersebut tidak berdasar.
“Orang berspekulasi kalau Thomas masuk BI, independensinya hilang. Saya pikir tidak akan begitu,” tegasnya. Purbaya menambahkan bahwa pemerintah tetap menghormati independensi bank sentral.
Sebagai bendahara negara, Purbaya memastikan pemerintah akan terus menjaga fondasi ekonomi dan memperkuat akselerasi pertumbuhan guna menjaga stabilitas makro.
Belum lama ini ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa rupiah bisa menguat dalam dua minggu ke depan, seiring masuknya modal asing dan perbaikan kondisi ekonomi.
Meski kondisi ekonomi global masih penuh tantangan — termasuk sentimen eksternal yang mempengaruhi pergerakan mata uang dunia — pemerintah tetap percaya diri akan arah pergerakan rupiah dalam waktu dekat.
Sumber: Berbagai sumber, (DAW)



