Newestindonesia.co.id, Banyak orang merasakan perubahan suasana hati setelah sering begadang. Mudah marah, sensitif, hingga sulit mengendalikan emosi kerap dikaitkan dengan kebiasaan tidur larut malam. Namun, apakah anggapan bahwa sering begadang membuat emosi bertambah itu mitos atau fakta?
Hubungan Begadang dan Emosi
Tidur merupakan kebutuhan biologis penting bagi tubuh dan otak. Saat tidur, otak memproses emosi, memperbaiki sel saraf, serta mengatur keseimbangan hormon. Begadang atau kurang tidur menyebabkan proses ini terganggu.
Secara ilmiah, kurang tidur dapat memengaruhi korteks prefrontal, bagian otak yang berperan dalam pengendalian emosi dan pengambilan keputusan. Ketika area ini tidak bekerja optimal, seseorang cenderung lebih impulsif, mudah tersinggung, dan sulit berpikir jernih.
Pengaruh Hormon Akibat Kurang Tidur
Begadang juga berdampak pada ketidakseimbangan hormon, seperti:
- Kortisol (hormon stres) yang meningkat saat kurang tidur
- Serotonin dan dopamin, hormon yang berperan dalam suasana hati, menjadi tidak stabil
Akibatnya, perasaan cemas, stres, dan emosi negatif lebih mudah muncul meski dipicu hal sepele.
Fakta yang Didukung Penelitian
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam per malam memiliki risiko lebih tinggi mengalami:
- Mudah marah dan emosi tidak stabil
- Stres berlebihan
- Penurunan kemampuan mengendalikan amarah
- Risiko gangguan kecemasan dan depresi jika berlangsung lama
Hal ini membuktikan bahwa hubungan antara begadang dan emosi bukan sekadar asumsi.
Apakah Selalu Berlaku untuk Semua Orang?
Meski demikian, respons setiap orang bisa berbeda. Ada individu yang masih tampak “baik-baik saja” meski tidur larut, terutama dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang, efek negatif hampir selalu muncul, baik disadari maupun tidak.
Cara Mengurangi Dampak Emosi Akibat Begadang
Jika terpaksa begadang, beberapa langkah ini bisa membantu:
- Usahakan tidur cukup keesokan harinya
- Batasi kafein berlebihan
- Lakukan relaksasi ringan seperti peregangan atau pernapasan
- Jaga pola tidur teratur di hari berikutnya
Kesimpulan
Sering begadang membuat emosi bertambah bukan mitos, melainkan fakta. Kurang tidur secara langsung memengaruhi fungsi otak dan keseimbangan hormon yang mengatur emosi. Untuk menjaga kesehatan mental dan kestabilan emosi, tidur cukup dan berkualitas tetap menjadi kunci utama.
(DAW)




You must be logged in to post a comment Login