Newestindonesia.co.id, PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) menyalurkan dana Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp32,24 miliar sepanjang tahun 2025, meningkat signifikan dari realisasi 2024 yang mencapai sekitar Rp19,3 miliar.
Pejabat yang Melaksanakan Tugas (PYMT) Executive Vice President of Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudyo, menyatakan, peningkatan ini merupakan refleksi perluasan cakupan program yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Seluruh program dirancang berbasis kebutuhan lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata di berbagai wilayah operasional KAI,” ujar Wisnu dikutip Sabtu (17/1/2026).
Fokus Program TJSL dan Dampaknya
Penyaluran dana TJSL KAI pada 2025 dialokasikan melalui tiga program pokok yang saling terintegrasi:
- Program Pengembangan dan Pembinaan UMK (Usaha Mikro dan Kecil)
Program ini mencakup MiKA (Mitra KAI), sebuah payung inisiatif pembinaan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha lokal, mulai dari pengurusan sertifikasi formal hingga pengembangan pemasaran digital dan akses pasar. - Program Pengembangan Lingkungan
Bantuan hibah disalurkan untuk berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, serta bantuan dalam penanganan bencana. - Community Relations (Hubungan Komunitas)
Program ini dirancang untuk mempererat hubungan positif antara perusahaan dan masyarakat melalui sosialisasi keselamatan kereta api serta kegiatan aksi sosial lain.
Pemberdayaan UMKM Melalui MiKA
Program MiKA menjadi salah satu pilar penting TJSL KAI dalam memperkuat ekonomi lokal. Komponen utamanya meliputi:
- MiKA Certified — membantu mitra UMKM memenuhi sertifikasi usaha seperti NIB, PIRT, sertifikat halal, serta pendaftaran hak kekayaan intelektual (HKI).
- MiKA Next Class — pelatihan keterampilan bisnis seperti manajemen keuangan dan pemasaran digital.
- MiKA Exhibition & Creative Space — membuka akses pasar produk lokal di area publik dan pameran.
- MiKA Go Global — bagi mitra yang siap go international, program ini membuka peluang perluasan pasar luar negeri.
Strategi KAI dalam Pembangunan Berkelanjutan
Menurut Wisnu, strategi TJSL KAI dirancang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat sosial ekonomi jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat di sekitar jalur operasional KAI.
Program TJSL yang berkelanjutan ini juga menjadi bagian penting dari upaya perusahaan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap peran BUMN dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login