Newestindonesia.co.id, Di tengah sidang perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang tengah berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, seorang notaris mengungkap fakta penting terkait arus dana senilai Rp 809 miliar ke salah satu perusahaan teknologi nasional, PT Gojek Indonesia.
Dalam persidangan yang digelar Selasa (13/1), notaris Jose Dima Satria menjelaskan adanya pencatatan transaksi besar tersebut dalam akta notaris miliknya terkait PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB). Transaksi dicatat sebagai uang masuk ke PT Gojek Indonesia.
Saat jaksa menanyai Jose, ia menjawab singkat mengenai keberadaan transaksi tersebut:
“Masuk uangnya.”
“Rp 809 miliar.”
jawab Jose ketika ditanya jumlah transaksinya.
Jaksa kemudian mendalami apakah aliran uang itu merupakan utang atau piutang, ataukah sesuatu yang berbeda. Jose dengan tegas membantah bahwa transaksi itu adalah utang piutang. Justru, menurutnya, dana tersebut tercatat sebagai peningkatan modal dalam struktur perusahaan.
“Tidak Pak, peningkatan modal.”
“Bukan utang piutang ya?”
“Bukan,”
kata Jose dalam pemeriksaan.
Keterangan notaris itu menjadi sorotan dalam sidang yang lebih luas membahas dugaan penyalahgunaan wewenang dan potensi kerugian negara dalam proyek pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Poin Kunci dalam Sidang
- Transaksi Rp 809 miliar tercatat dalam akta notaris PT AKAB terkait PT Gojek Indonesia.
- Notaris menegaskan aliran dana tersebut adalah peningkatan modal, bukan utang piutang.
- Fakta ini dibahas secara mendalam dalam audit jaksa untuk menentukan relevansi terhadap dakwaan.
- Sidang kasus Chromebook masih berlangsung dan terus menghadirkan saksi-saksi kunci.
Proses Persidangan Berlanjut
Persidangan ini merupakan bagian dari rangkaian pemeriksaan terkait dugaan korupsi dalam proyek pengadaan Chromebook oleh Kemendikbudristek yang sudah bergulir sejak tahun lalu. Jaksa penuntut umum menilai pengadaan tersebut melibatkan sejumlah pelanggaran prosedur serta penguatan kepentingan bisnis pihak tertentu.
Hingga berita ini ditulis, persidangan terus menggali kaitan antara arus modal, struktur perusahaan, serta keterkaitan korporasi teknologi dalam dugaan korupsi ini.
Sumber: Berbagai Sumber, Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login