Newestindonesia.co.id, Warga yang terdampak banjir di Camat Patia, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, berinovasi untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari. Di tengah akses jalan yang terendam air, sejumlah warga membuka jasa antar jemput menggunakan kendaraan roda tiga yang dikenal sebagai “ojek tossa”.
Kondisi banjir di jalur antara Patia dan Pagelaran menyebabkan akses utama terputus dan menyulitkan mobilitas warga. Hal ini diungkapkan oleh salah satu warga, Juman, kepada media di lokasi kejadian. Menurut dia, jalur tersebut tidak bisa dilalui kendaraan biasa karena terendam banjir.
“Karena banyak warga yang tidak bisa melintas di jalur Patia-Pagelaran, lantaran akses jalannya terendam banjir,” ungkap Juman di Patia, Kamis (15/1/2026) dikutip melalui detikNews.
Untuk membantu mobilitas warga yang terhambat, Juman dan rekan-rekannya menawarkan layanan ojek roda tiga. Walau tidak mematok tarif resmi, ia menyebut warga biasanya memberikan bayaran sukarela. Tarif rata-rata yang diterima antara lain Rp10 ribu untuk orang dan hingga Rp20 ribu untuk pengangkutan sepeda motor.
“Saya tidak matok harga, tapi rata-rata untuk mengangkut motor itu ada yang ngasih paling besar Rp20 ribu, kalau orang Rp10 ribu paling besar,” jelas Juman.
Dengan cara ini, Juman mengaku bisa memperoleh penghasilan harian antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, yang menurutnya cukup untuk menutup kebutuhan sehari-hari di tengah situasi sulit.
Sementara itu, kendaraan roda tiga milik warga lain, Jumaedi, sehari-hari digunakan untuk mengangkut hasil bumi. Namun ketika banjir menerjang, perangkat ini justru dimanfaatkan untuk membantu warga menyeberang.
Warga yang memanfaatkan jasa ojek tossa juga mencerminkan kebutuhan nyata akan akses mobilitas di tengah genangan air. Seorang pengguna jasa, Asep, mengatakan bahwa motor roda dua miliknya tidak mungkin menerjang banjir tanpa bantuan kendaraan roda tiga tersebut.
“Saya dari Patia hendak ke Labuan melalui jalur ini. Karena jalannya terendam banjir, saya harus naik ojek tossa, karena motor saya nggak mungkin bisa menerabas banjir,” ujar Asep.
Fenomena ojek tossa ini muncul sebagai solusi masyarakat lokal dalam menghadapi hambatan akibat bencana banjir. Di saat yang sama, metode ini memberikan peluang ekonomi bagi mereka yang kehilangan sumber penghasilan utama akibat kondisi alam yang ekstrem.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login