Newestindonesia.co.id, Seorang pemuda bernama Al Ressa Rizky Rosano (24) mengejutkan publik setelah mengungkapkan bahwa selama puluhan tahun ia mengira penyanyi nasional Denada Tambunan adalah sepupunya, ternyata ibu kandungnya sendiri. Pengakuan ini kemudian memicu gugatan hukum yang kini bergulir di Pengadilan Negeri Banyuwangi.
Selama masa hidupnya, Ressa tumbuh tanpa mengetahui identitas ibu kandungnya yang sesungguhnya. Ia hidup bersama adik dari legenda musik Emilia Contessa yang merawatnya sejak bayi dan dipanggil sebagai “ibu”. Sementara itu, dalam setiap pertemuan singkat dengan Denada, Ressa hanya mengenalnya sebagai kakak sepupu, bahkan memanggilnya dengan sebutan mbak atau kakak.
“Pernah ketemu, beberapa kali, saya memanggil Mbak Denada,” ujar Ressa saat memberikan keterangan pada Jumat (9/1/2026), seperti dikutip melalui detikJatim.
Menurut pengakuannya, komunikasi Ressa dengan Denada tidak pernah intens. Pertemuan mereka hanya sebatas sapa singkat setiap kali bertemu, tanpa pernah membuka fakta bahwa Denada adalah ibu kandungnya.
Gugatan Hukum ke Denada
Kasus ini kini berada di jalur hukum setelah Ressa mengajukan gugatan terhadap Denada di Pengadilan Negeri Banyuwangi pada 26 November 2025. Ia menuntut pengakuan sebagai anak biologis serta tanggung jawab dari ibu kandungnya, yang menurutnya telah diabaikan sejak lahir hingga dewasa. Gugatan itu tercatat sebagai perkara nomor 288.
Kuasa hukum Ressa, Moh. Firdaus Yuliantono, menyatakan bahwa gugatan dilayangkan karena kliennya merasa hak-haknya sebagai anak kandung tidak pernah terpenuhi sejak lahir hingga remaja. Firdaus juga berharap Denada menunjukkan itikad baik untuk bertemu dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan sebelum berlanjut ke jalur hukum penuh.
Namun, kuasa hukum Denada, Muhammad Ikbal, menilai bahwa gugatan tersebut ditempuh di jalur yang salah. Menurut Ikbal, jika persoalan itu terkait penelantaran, seharusnya masuk ranah pidana. Sementara itu, jika menyangkut hak anak, itu menjadi kewenangan Pengadilan Agama sesuai hukum keluarga yang berlaku bagi umat Islam.
Kisah Hidup Ressa: Realita di Luar Sorotan Publik
Ressa mengaku tidak pernah merasakan kehidupan di bawah gemerlap dunia hiburan yang melekat pada Denada. Sejak kecil, ia hidup dalam keterbatasan ekonomi dan tidak menerima nafkah dari sang ibu. Bahkan di hari besar agama seperti Idul Fitri pun, dua sosok itu tidak pernah bertemu secara langsung.
Ressa pernah mendapatkan janji untuk melanjutkan kuliah di Jakarta, tetapi keterbatasan biaya membuatnya hanya bisa kuliah di Universitas swasta di Banyuwangi hingga semester empat sebelum berhenti. Saat ini, ia bekerja sebagai penjaga toko kelontong 24 jam dengan penghasilan di bawah upah minimum kabupaten.
Ia juga sempat berpindah-pindah tempat tinggal dan bahkan tinggal di gudang belakang rumah induk Denada di Jalan Gajahmada, Banyuwangi, yang dipakai sebagai kamar tinggal.
Inti Konflik: Bukan Sekadar Identitas, Tapi Hak Anak
Ressa menegaskan bahwa perjuangannya bukan semata untuk publikasi atau sensasi, melainkan untuk menyelesaikan konflik internal keluarga yang sudah lama terpendam. Ia berharap keluarganya bisa menemukan titik temu dan mengakhiri perdebatan yang sudah berlangsung lama.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login