Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Internasional

Presiden Somalia Kecam Pengakuan Israel Atas Somaliland: “Langkah Ini Mengancam Stabilitas Global”

Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud (Foto: AFP/ODD ANDERSEN)

Newestindonesia.co.id, Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud menyatakan keheranannya atas keputusan Israel yang mengakui Somaliland sebagai negara merdeka, yang dinilainya “langkah tidak terduga, bahkan aneh” dan berpotensi membawa dampak serius terhadap stabilitas regional dan isu Palestina. Pernyataan itu disampaikan melalui wawancara eksklusif dengan Al Jazeera di Istanbul, Turki, pada Kamis, 1 Januari 2026.

Menurut Mohamud, tidak ada satu pun negara di dunia yang sebelumnya mengakui Somaliland sejak wilayah tersebut memisahkan diri dari Somalia pada 1991—selama lebih dari tiga dekade. “Jadi setelah 34 tahun, sangat tidak terduga dan aneh bahwa Israel, tiba-tiba saja, ikut campur dan mengatakan, ‘Kami mengakui Somaliland,’” ujar dia.

Tuduhan Israel Memiliki “Tujuan Strategis”

Presiden Somalia menyebut pengakuan tersebut tidak sekadar isyarat diplomatik, melainkan kedok untuk tujuan strategis Israel yang memiliki risiko tinggi. Ia menuding, langkah itu dapat membuka peluang pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza ke Somaliland dan memungkinkan kehadiran militer Israel di kawasan strategis Teluk Aden.

Mohamud juga mengklaim bahwa intelijen Somalia menemukan bahwa Somaliland telah menerima tiga syarat dari Israel sebagai imbalan atas pengakuan tersebut:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  1. Pemukiman kembali warga Palestina;
  2. Pendirian pangkalan militer Israel di pantai Teluk Aden;
  3. Bergabungnya Somaliland ke Perjanjian Abraham—pakta normalisasi hubungan antara Israel dan beberapa negara Arab.

Namun, klaim ini dibantah oleh pihak Somaliland yang menyatakan bahwa negosiasi dengan Israel bersifat diplomatik dan sesuai hukum internasional, sehingga tuduhan terkait pangkalan militer dan relokasi warga Palestina dianggap “tidak berdasar”.

Penolakan Global terhadap Pengakuan Israel

Langkah Israel yang diumumkan pada 26 Desember 2025 ini memicu reaksi keras dari berbagai negara dan organisasi internasional yang menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan Somalia dan

Baca juga:  Investigasi Jeju Air Kecelakaan Gegara Pilot Tak Sengaja Matikan Mesin

“ancaman bagi stabilitas kawasan Afrika Timur dan prinsip hukum internasional.”

Beberapa pihak yang mengecam antara lain:
Pemerintah Somalia dan Perdana Menteri menyatakan pengakuan Israel adalah pelanggaran atas kedaulatan nasional Somalia sesuai dengan Piagam PBB dan hukum AU.
GCC (Gulf Cooperation Council) menyebut keputusan itu sebagai “pelanggaran prinsip hukum internasional.”
Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) mengeluarkan penolakan tegas atas pengakuan tersebut, menegaskan pentingnya stabilitas di Tanduk Afrika.

Selain itu, di berbagai kota Somalia seperti Mogadishu, Baidoa, Las Anod, hingga Dhusamareb, puluhan ribu warga turun ke jalan melakukan aksi protes besar-besaran, menyerukan persatuan nasional dan mengecam tindakan Israel yang dianggap sebagai campur tangan asing.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dampak Geopolitik dan Keamanan

Presiden Mohamud memperingatkan bahwa keputusan Israel bisa memicu eskalasi konflik tak hanya di Somalia, tetapi juga di kawasan yang lebih luas. Ia menyatakan keprihatinan bahwa kelompok ekstremis seperti al-Shabab dapat memanfaatkan sentimen anti-Israel untuk memperluas perekrutan, menambah kompleksitas masalah keamanan di kawasan.

Reaksi internasional juga tidak hanya datang dari dunia Arab dan Afrika. Beberapa negara Barat menyatakan posisi mereka lewat pernyataan resmi. Misalnya, posisi AS tetap mendukung kedaulatan Somalia meskipun tidak ikut mengakui Somaliland.

Apa Itu Somaliland?

Somaliland adalah wilayah yang memproklamasikan kemerdekaan dari Somalia setelah runtuhnya pemerintahan pusat pada awal 1990-an. Meskipun punya pemerintahan sendiri, mata uang, dan kontrol administratif, wilayah ini belum diakui sebagai negara oleh anggota PBB sampai pengakuan Israel baru-baru ini.

Kasus pengakuan Israel terhadap Somaliland ini membuka perdebatan luas tentang hukum internasional, kedaulatan negara, dan strategi geopolitik global. Somalia menolak keras langkah tersebut, sementara Somaliland melihatnya sebagai peluang menuju pengakuan lebih luas. Namun, penolakan besar dari komunitas internasional menunjukkan bahwa perselisihan ini kemungkinan akan terus menjadi isu diplomatik yang rumit pada tahun-tahun mendatang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Editor: DAW

Baca juga:  Ketegangan Di Iran, Kemlu RI Intensif Pantau Keamanan WNI
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Editor Picks

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Bank Mandiri merayakan ulang tahun ke-27 pada Kamis (2/10/2025) dengan mengusung tema Sinergi Majukan Negeri”. Perayaan ulang tahun Bank Mandiri dikemas dalam program bertajuk “HUT...

Regional

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan, Mau sampai kiamat tinggal dua hari pun mafia tanah tidak akan bisa diatasi....

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Cuaca panas yang kerap melanda berbagai wilayah dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan tubuh, khususnya pada kulit. Paparan sinar matahari yang terik berpotensi memicu...

Selebriti

Newestindonesia.co.id, MSbreewc, nama asli Bree Wales Covington, lahir pada 1 Februari 2001 di Singapura (meskipun lahir di Jakarta dan besar berpindah-pindah, beberapa bio menyebut...

Advertisement